Jumat, Oktober 24, 2014

Perpanjangan Kontrak Migas Harus Adil dan Transparan



Jakarta, BOGOR REVIEW (24 Oktober 2014) - Para pemangku kepentingan Migas di Indonesia mengusulkan kepada pemerintah untuk membuat Peraturan Menteri (Permen) yang mengatur ketentuan perpanjangan kontrak migas yang Adil dan Transparan. Permen tersebut haruslah mendukung usaha-usaha yang menciptakan iklim investasi migas yang kondusif yang akan memberikan manfaat yang lebih besar kepada negara.

Usulan ini mengemuka dalam acara Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Mencari Bentuk Perpanjangan Kontrak Migas Yang Adil dan Transparan” yang diselenggarakan oleh Energy Nusantara, di Jakarta, Jumat (24/10).

FGD ini dihadiri tidak kurang dari 50 para pemangku kepentingan industri migas di tanah air, termasuk wakil pemerintah, pembuat kebijakan energi, perusahan-perusahan migas, asosiasi dan akademisi. Joi Surya Dharma dari Energi Nusantara selaku moderator mencatat ada beberapa hal penting yaitu:

Pertama, produksi migas nasional Indonesia saat ini sebagian besar dihasilkan dari blok-blok migas yang akan berakhir jangka waktu kontrak kerja samanya (KKS). Berdasarkan data Woodmac, dalam kurun waktu 5 tahun ke depan, ada sekitar 20 KKS yang akan habis masa kontraknya. Dua puluh KKS ini memproduksi sekitar 635.000 barel setara minyak per hari di tahun 2013 atau 30 persen dari total kapasitas produksi Migas di Indonesia.

Kedua, jumlah kontribusi dari blok-blok Migas yang akan habis masa kontraknya meningkat menjadi 1,2 juta barrel setara minyak per hari atau 61 persen dari total kapasitas produksi 2013 dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Kemudian, ketiga, kontraktor migas memerlukan kepastian hukum untuk melanjutkan investasi di blok migas yang mendekati masa akhir kontraknya atau masih dalam tahap proses perpanjangan kontraknya.

''Ketidakpastian dan ketidakjelasan dalam proses perpanjangan kontrak akan menunda kontraktor migas untuk melanjutkan investasi karena tidak ada jaminan atas pengembalian investasinya atau memaksimalkan produksi dengan sedikit investasi sampai kontrak KKS berakhir,'' papar Joi.

Keempat, katanya, untuk mengakhiri ketidakpastian tersebut, pemerintah perlu segera membuat peraturan perpanjangan kontrak yang adil & transparan dengan mempertimbangkan peranan dan kapasitas dari entitas BUMN, BUMD, perusahaan migas swasta nasional dan perusahaan asing. Regulasi ini diharapkan dapat membuat entitas-entitas tersebut bersinergi dengan baik sesuai dengan kemampuannya untuk mencapai Ketahanan Energi Nasional serta pertumbuhan industri migas nasional.

''Sejalan dengan kebijakan Kementrian ESDM di sektor Migas untuk mencapai target 50% pelaksana kegiatan usaha hulu Migas adalah perusahaan Migas nasional di tahun 2025, diperlukan langkah nyata Pemerintah mulai dari sekarang,'' katanya.

Pemerintah, lanjut Joi, patut mempertimbangkan agar kesempatan berpartisipasi tidak hanya diberikan kepada Pertamina tetapi juga kepada perusahaan migas swasta nasional yang mempunyai kredibilitas dan rekam jejak yang jelas Untuk memperkuat Ketahanan Energi Nasional diperlukan BUMN Energi dan Perusahaan Migas Swasta Nasional yang kuat serta perusahaan Migas asing yang tetap diperlukan sesuai dengan kemampuannya.

Terakhir, pemerintah perlu membuat program dan target lima tahunan yang realistis dalam rangka pembinaan perusahaan migas swasta nasional serta memberikan ruang kepastian hukum agar perusahaan migas swasta nasional bisa berkembang.
 

Kamis, Juli 03, 2014

Paguyuban Ketua RW Se-Bogor Dukung Prabowo-Hatta



"RT dan RW adalah ujung tombak suksesnya Pemilu"


BOGOR, Bogor Review (1 Juli 2014) – Paguyuban para ketua Rukun Warga (RW) di seluruh Kabupaten Bogor menyatakan dukungannya terhadap calon presiden nomor urut 1, Prabowo-Hatta. Deklarasi pernyataan dukungan disampaikan pada Selasa, 1 Juli 2014, di Rumah Joglo, Perumahan Puri Bojong Lestari, Pabuaran, Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Sumardi,Sri Widodo (Ketua RW), Masduki (Kades), Maryono (DPRD II), Syahrir 
Hadir dalam deklarasi itu antara lain perwakilan para ketu RW, Kepala Desa Pabuaran H. Masduki H. Isa MD, Kepala BPD Syahrir MAR, Anggota Legislatif Kabupaten Bogor Maryono SE, dan Sri Widodo Ketua Paguyuban RW Se-Bogor.  

Deklarasi ini dilakukan untuk memantapkan kemenangan pasangan capres nomor urut satu. Di samping juga membantu KPU dalam menyukseskan Pemilu Presiden 2014. Dalam sambutannya Ketua Paguyuban RW mengingatkan agar seluruh warga yang telah memiliki hak untuk memanfaatkan haknya sebaik mungkin. “Banyak orang bilang golput adalah pilihan, tetapi kami melihat itu bukan pilihan, karena dengan golput berarti tidak memberikan kontribusi apa-apa di dalam Pemilu,” katanya.

Untuk itu, kata Widodo, para Ketua RW diminta untuk memberikan pemahaman bagi warganya agar tidak golput. “Satu suara sangat berarti bagi kemenangan pasangan calon presiden. Jika seluruh RW di Kabuopaten Bogor bisa menyosialisaikan ini, maka Insha Allah pilihan kita akan menang,” katanya disambut teriakan Hidup Prabowo!

Para ketua RT dan RW berfoto bersama.
Widodo memprediksi jika mesin partai berjalan dengan baik, dan kesadaran masyarakat meningkat maka Prabowo-Hatta sangat mungkin memenangkan pemilihan capres cawapres ini. Widodo punya perhitungan, di seluruh Bogor dalam pemilihan legislatif tiga bulan lalu, dimenangkan oleh partai pendukung capres Prabowo – Hatta. Maka, sangat kecil kemungkinan kalau para pemilih ini kemudian berpindah ke capres yang tidak didukung partainya. “Yang kita rebutkan saat ini adalah pemilih galau atau swing voters, yang kecenderungannya mengarah ke Prabowo-Hatta. Ditambah lagi dukungan seluruh RW, maka saya prediksi Prabowo Hatta bakal mengantongi suara 60 persen di Kabupaten Bogor,” papar peraih predikat Ketua RW Teladan tahun 2013 ini optimistis.

Mengapa Paguyuban RW mendukung pasangan Prabowo – Hatta? Menurut Widodo, Prabowo-Hatta memiliki komitmen yang baik dalam menyejahterakan masyarakat. Alokasi Rp 1 miliar per desa/kelurahan menunjukkan bahwa Prabowo berusaha memperdayakan masyakat sipil dan memeratakan kesejahteraan. Di samping itu, di zaman seperti saat ini, kita butuh pemimpin yang tegas. Tidak hanya tegas dalam penampilan, tetapi juga tegas dalam tindakan. Dan itu ada pada sosok Prabowo.

Tegar Beriman Award 2013
Menyinggung soal bakal kembalinya orde baru jika Prabowo menang, Widodo tak bakal percaya. “Jarum jam tidak bisa diputar balik. Kita tidak mungkin mundur lagi. Bangsa ini terus bergerak maju, dinamis dengan berbagai macam pembenahan. Jangan percaya pada isu-isu yang tak masuk akal,” paparnya.  

Sri Widodo merupakan salah satu dari tiga penerima award yang dinobatkan sebagai Ketua RW Teladan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor melalui penilaian yang dikemas dalam kegiatan “Tegar Beriman Award Tahun 2013”. Ia berhasil menyingkirkan sekitar 3.639 ketua RW se-wilayah Kabupaten Bogor.  (Asep Muhammad)

Kamis, Mei 15, 2014

Melenggang (Lagi) ke Senayan Primus Yustisio Bersama 15 Artis

Pabuaran Bogor Review - Lima belas artis lolos menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Mereka tersebar di sejumlah partai politik (parpol) dan Daerah Pemilihan (Dapil).

Pertama adalah Okky Asokawati yang tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil DKI Jakarta II. Dalam rekapitulasi suara yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), secara resmi, Okky berhak menempati satu kursi PPP dengan raihan 35.727 suara.

Kedua, Tantowi Yahya. Pria yang menjadi presenter tenar ini kembali menjadi anggota DPR RI melalui Partai Golkar. Tantowi meraih 45.507 suara di Dapil DKI Jakarta III.

Ketiga, Junico BP Siahaan atau Nico Siahaan. Nico yang juga ahli dalam membawakan acara di televisi itu maju lewat PDI Perjuangan di Dapil Jawa Barat I. Dia mendapatkan suara sebanyak 64.980.

Keempat, Rachel Maryam Sayidina. Tidak berbeda dengan Tantowi, bintang film ini kembali terpilih sebagai wakil rakyat. Rachel menjadi caleg Partai Gerindra di Dapil Jawa Barat II dengan raihan 58.758 suara.

Kelima, Dede Yusuf Macan Effendi. Dede meraih 142.939 suara dan berhasil menempati satu kursi Partai Demokrat di Dapil Jawa Barat II.

Keenam, Desi Ratna Sari. Bintang film, iklan, sinetron, penyanyi sekaligus presenter ini turut maju sebagai caleg melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Desi akhirnya sukses melenggang ke Senayan menjadi wakil rakyat setelah meraup 56.397 suara. Terbanyak di antara calon internal PAN di Dapil Jawa Barat IV.

Ketujuh, Primus Yustisio. Primus menyusul koleganya, Tantowi dan Rachel Maryam yang kembali dipercaya masyarakat untuk menjadi anggota DPR RI. Tercatat, Primus yang maju melalui PAN memperoleh suara sebanyak 45.485.

Kedelapan, Krisna Mukti. Pemain sinetron dan sempat terjun ke musik dangdut ini menjadi caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Dapil Jawa Barat VII. Krisna berhasil mendapatkan 31.987 suara.

Kesembilan, Rieke Diah Pitaloka. Artis yang populer lewat peran Oneng dalam serial komedi 'Bajaj Bajuri' ini juga menjadi caleg incumbent yang kembali melenggang ke Senayan. Rieke mendapatkan 255.044 suara di Dapuil Jawa Barat VII.

Kesepuluh, Jamal Mirdad. Jamal menjadi caleg dari Partai Gerindra di Dapil Jawa Tengah I. Dia mendapatkan suara sebanyak 39.760.

Sebelas, Anang Hermansyah. Penyanyi senior ini maju di Dapil Jawa Timur IV melalui PAN. Tak mengecewakan, dia berhasil meraih satu kursi partai dengan perolehan 53.559 suara.

Dua belas, Moreno Suprapto. Artis yang juga dikenal sebagai seorang pembalab ini meraih suara 52.921. Dia menjadi anggota DPR RI mewakili Partai Gerindra di Dapil Jawa Timur V.

Ketiga belas, Venna Melinda. Venna yang merupakan caleg incumben dari Partai Demokrat ini kembali masuk ke Senayan dengan 49.383 suara. Dia mewakili Dapil Jawa Timur VI.

Keempat belas, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Eko mendapatkan 69.301 suara di Dapil Jawa Timur VIII dan berhak menduduki satu kursi DPR RI.

Dan kelima belas adalah Lucky Hakim yang tercatat sebagai caleg PAN di Dapil Jawa Barat VI. Lucky memperoleh 57.891 suara.


Seperti diketahui, Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 tak hanya diwarnai oleh para calon dari kalangan aktivis dan pengusaha. Puluhan artis pun tidak ketinggalan mencoba peruntungannya menjadi wakil rakyat di Senayan. (ren)