Kamis, Mei 15, 2014

Melenggang (Lagi) ke Senayan Primus Yustisio Bersama 15 Artis

Pabuaran Bogor Review - Lima belas artis lolos menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019. Mereka tersebar di sejumlah partai politik (parpol) dan Daerah Pemilihan (Dapil).

Pertama adalah Okky Asokawati yang tercatat sebagai calon anggota legislatif (caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Dapil DKI Jakarta II. Dalam rekapitulasi suara yang sudah ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), secara resmi, Okky berhak menempati satu kursi PPP dengan raihan 35.727 suara.

Kedua, Tantowi Yahya. Pria yang menjadi presenter tenar ini kembali menjadi anggota DPR RI melalui Partai Golkar. Tantowi meraih 45.507 suara di Dapil DKI Jakarta III.

Ketiga, Junico BP Siahaan atau Nico Siahaan. Nico yang juga ahli dalam membawakan acara di televisi itu maju lewat PDI Perjuangan di Dapil Jawa Barat I. Dia mendapatkan suara sebanyak 64.980.

Keempat, Rachel Maryam Sayidina. Tidak berbeda dengan Tantowi, bintang film ini kembali terpilih sebagai wakil rakyat. Rachel menjadi caleg Partai Gerindra di Dapil Jawa Barat II dengan raihan 58.758 suara.

Kelima, Dede Yusuf Macan Effendi. Dede meraih 142.939 suara dan berhasil menempati satu kursi Partai Demokrat di Dapil Jawa Barat II.

Keenam, Desi Ratna Sari. Bintang film, iklan, sinetron, penyanyi sekaligus presenter ini turut maju sebagai caleg melalui Partai Amanat Nasional (PAN). Desi akhirnya sukses melenggang ke Senayan menjadi wakil rakyat setelah meraup 56.397 suara. Terbanyak di antara calon internal PAN di Dapil Jawa Barat IV.

Ketujuh, Primus Yustisio. Primus menyusul koleganya, Tantowi dan Rachel Maryam yang kembali dipercaya masyarakat untuk menjadi anggota DPR RI. Tercatat, Primus yang maju melalui PAN memperoleh suara sebanyak 45.485.

Kedelapan, Krisna Mukti. Pemain sinetron dan sempat terjun ke musik dangdut ini menjadi caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Dapil Jawa Barat VII. Krisna berhasil mendapatkan 31.987 suara.

Kesembilan, Rieke Diah Pitaloka. Artis yang populer lewat peran Oneng dalam serial komedi 'Bajaj Bajuri' ini juga menjadi caleg incumbent yang kembali melenggang ke Senayan. Rieke mendapatkan 255.044 suara di Dapuil Jawa Barat VII.

Kesepuluh, Jamal Mirdad. Jamal menjadi caleg dari Partai Gerindra di Dapil Jawa Tengah I. Dia mendapatkan suara sebanyak 39.760.

Sebelas, Anang Hermansyah. Penyanyi senior ini maju di Dapil Jawa Timur IV melalui PAN. Tak mengecewakan, dia berhasil meraih satu kursi partai dengan perolehan 53.559 suara.

Dua belas, Moreno Suprapto. Artis yang juga dikenal sebagai seorang pembalab ini meraih suara 52.921. Dia menjadi anggota DPR RI mewakili Partai Gerindra di Dapil Jawa Timur V.

Ketiga belas, Venna Melinda. Venna yang merupakan caleg incumben dari Partai Demokrat ini kembali masuk ke Senayan dengan 49.383 suara. Dia mewakili Dapil Jawa Timur VI.

Keempat belas, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio. Eko mendapatkan 69.301 suara di Dapil Jawa Timur VIII dan berhak menduduki satu kursi DPR RI.

Dan kelima belas adalah Lucky Hakim yang tercatat sebagai caleg PAN di Dapil Jawa Barat VI. Lucky memperoleh 57.891 suara.


Seperti diketahui, Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 tak hanya diwarnai oleh para calon dari kalangan aktivis dan pengusaha. Puluhan artis pun tidak ketinggalan mencoba peruntungannya menjadi wakil rakyat di Senayan. (ren)

Senin, April 14, 2014

Primus Yustisio Menang Telak di RW 14 Puri Bojong Lestari


BOGOR (09 April 2014) - Artis sinetron Primus Yustisio menang telak di RW 14 Kelurahan Pabuaran, Kecamatan, Bojonggede, Kabupaten Bogor. Di wilayah ini ia memperoleh suara sebanyak 405 suara, mengalahkan tokoh papan atas dari partai lain seperti Yessy Gusman dari PDIP, Fadli Zon dari Gerindra, Max Sopacua dari Demokrat, Erlangga Hartarto dari Golkar, Achmad Ferial dari PPP, dan caleg lain yang rata-rata mendapatkan 3 suara.

Lahir dan besar di Bogor, Primus Yustisio mencalonkan dirinya sebagai wakil rakyat di Kabupaten Bogor yang tergabung dalam dapil Jawa Barat V. Caleg nomor urut 2 dari PAN ini pada pemilu 2009 lalu berhasil menjadi Anggota DPR tetapi dari dapil Jawa Barat IX. Primus mengawali karirnya sebagai artis sinetron Indonesia sejak tahun 1997, sinetron yang melejitkan namanya adalah sinetron 'Cinta' yang ia bintangi bersama Desy Ratnasari. Sinetron lainnya yang membuat namanya melejit adalah Panji Manusia Millenium, ia berperan sebagai superhero di sinetron tersebut.

Di dunia politik, karirnya dimulai ketika Primus menjadi wakil sekjen PAN dari tahun 2007 dan di tahun 2008 Primus menyatakan untuk turut serta dalam pemilihan Bupati Subang periode 2008-2013, sebagai kandidat bupati (berpasangan dengan Agus Nurani) dari kalangan independen, namun pada pemilihan ini Primus kalah. Melanjutkan karir politiknya suami dari Jihan Fahira ini kembali mencalonkan dirinya sebagai caleg dan berhadapan dengan para caleg dari masing-masing parpol peserta pemilu.

Seperti diketahui di RW 14 Puri Bojong Lestari Kelurahan Pabuaran ada 4 TPS, yakni TPS 46,47,48, dan TPS 62. Di TPS 47,48,62 PAN menang telak, baik DPR RI maupun DPRD Bogor. Memang, di TPS 46 PDIP yang menang, tetapi secara perorangan suara terbanyak diraih oleh Primus Yustisio dan Maryono caleg DPRD Kabupaten Bogor dari PAN yang meraup 333 suara. Tidak ada caleg selain Primus dan Maryono yang suaranya lebih unggul.

Adapun jumlah DPT di RW 14 ada 1493, sementara jumlah voter yang memberikan suaranya ada 1102. Ternyata DPT tidak sesuai cocok dengan jumlah pemilih yang ada, sehingga banyak kartu suara yang dikembalikan. 
Sementara itu Partai Demokrat menang telak di TPS 06, Desa Nagrak, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat dengan perolehan 266 suara. Jumlah itu mengungguli partai-partai peserta pemilu lainnya yang hanya mendapat suara paling banyak belasan saja.

Pantauan BOGOR REVIEW Rabu (9/4), petugas KPPS kali ini berusaha cermat melakukan penghitungan. Hasilnya, dari 317 pemilih yang datang ke TPS, 266 di antaranya mencoblos Partai Demokrat.

Dari angka tersebut, 205 suara didapat caleg incumbent bernomor urut 2, Anton Surato, sedangkan Max Sopacua hanya mendapat 5 suara meski berada di nomor urut 1. Sementara, nama-nama besar lainnya seperti caleg PAN Primus Yustisio maupun caleg PKB Ridho Rhoma tak mendapat satu pun suara. 

Tiga hari menjelang Pemilu atau tepatnya kampanye putaran terakhir PAN di Bogor, Primus memang datang ke Puri Bojong Lestari bersama Maryono, anggota DPRD Kabupaten Bogor. Mereka berjanji, jika menang di wilayah RW 14, mereka akan membangun lapangan futsal yang berada di area Pusgiwa  RW 14 Puri Bojong Lestari. (Wid)

Jumat, Desember 13, 2013

Hari Ini Desa Pabuaran Laksanakan Referendum


Pabuaran, BOGOR REVIEW – Hari ini, Sabtu, 14 Desember 2013 merupakan hari bersejarah bagi masyarakat Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor. Sebab, hari ini adalah hari penentuan apakah Desa Pabuaran mampu berubah menjadi Kelurahan Pabuaran atau tidak. Penentuan ini dilaksanakan melalui sistem referendum atau jajak pendapat.

Adapun teknis pelaksanaan referendum adalah, semua warga Desa Pabuaran yang sudah memiliki KTP Pabuaran berhak memberikan suaranya. Mereka datang ke TPS yang ditempaatkan di setiap RT masing-masing. “Ada sekitar 150 TPS dari 17 RW yang ada di Desa Pabuaran,” kata Ketua Panitia Referendum Uche Ismail kepada BOGOR REVIEW, Jumat (13/12) di kantor Desa Pabuaran.

Tingkat keberhasilan jajak pendapat ini, kata Uche, harus mencapai 2/3 dari jumlah pemilih. Dari jumlah pemilih ini harus mencapai 2/3 dari melakukan pencoblosan. “Jika tidak mencapai 2/3 berarti perubahan status desa ke kelurahan batal dengan sendirinya,” tambahnya.

Menurut Kepala Desa Pabuaran, H. Masduki Isa MD., referendum ini merupakan tonggak sejarah bagi masyarakat Desa Pabuaran. “Ini saatnya kita hijrah dari sistem desa ke sistem kelurahan,” katanya optimistis.

Masduki berharap masyarakat Desa Pabuaran mendukung terlaksananya referendum ini, karena ini merupakan langkah maju dari sebuah desa. “Penentuan status kelurahan ini merupakan satu-satunya di Indonesia yang diusulkan oleh masyarakat. Biasanya status kelurahan diberikan oleh pemerintah Kabupaten/Kota. Jadi, ini luar biasa,” katanya.

Pelaksanaan referendum ini tergolong singkat. Sejak dibentuk panitia sampai pelaksanaan pemungutuan suara, hanya butuh waktu 1 minggu. Camat Bojonggede, Enday Zarkasi yang meninjau Desa Pabuaran, Jumat (13/12) sore menyatakan kegembiraannya atas kerja keras seluruh panitia. “Kalau pemilihan presiden bisa secepat ini, berapa miliar kita bisa melakukan penghematan,” katanya.

Pada Jumat (13/12) kemarin kesibukan di Desa Pabuaran meningkat 500 persen. Semua aparat RT dan RW berkumpul untuk mengambil kotak suara berikut perlengkapannya. Mayoritas dari mereka optimistis bahwa pelaksanaan referendum bakal sukses. Ketua RW 14, Sri Widodo menyatakan warganya yang tersebar di 15 RT siap mendukung referendum ini. “Kami  berharap, 90 persen menyatakan persetujuannya terhadap perubahan status desa ke kelurahan,” katanya kepada BOGOR REVIEW, Jumat (13/12) di kantor desa Pabuaran.

Sementara Jamaludin, staf desa Pabuaran menyambut gembira pelaksanaan referendum ini. Setidaknya kelak, ada penilaian positif dari masyarakat di wilayah lain, bahwa Pabuaran tidak lagi berstatus desa, tetapi berstatus kelurahan yang identik dengan perkotaan. “Kita akan bangga kalau ditanya orang,  dari mana, kita jawab dari Kelurahan Pabuaran,” katanya.

 Perubahan status ini bukan dilakukan secara tiba-tiba atau ibarat jatuh dari langit. Usulan referendum ini sebetulnya sudah dilakukan sejak 3 tahun yang lalu. Menurut Ketua BPD Pabuaran, Syahrir MAR, pihaknya sudah mengusulkan perubahan status ini sejak tahun 2010. Melihat dinamika yang begitu cepat terjadi di Desa Pabuaran, maka BPD merasa perlu mengusulkan perubahan ini ke Kabupaten. “Alhamdulillah, usulan kami diterima, dan hari ini kita melaksanakan referendum. Mudah-mudahan ini awal yang baik untuk menuju ke arah yang lebih baik pula,” kata Syahrir.