Minggu, Juni 09, 2013

Ketua RW 14 Desa Pabuaran Raih RW Teladan




Sentul, BOGOR REVIEW - Sri Widodo, Ketua RW 14 Desa Pabuaran, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor meraih penghargaan sebagai “RW Teladan” yang diumumkan dalam puncak acara Ulang Tahun Bogor ke 531 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Minggu, 9 Juni 2013. Ia berhasil menyingkirkan sekitar 1200 ketua RW yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, karena selama menjalankan tugasnya ia telah banyak menorehkan  prestasi di wilayahnya. Ia berhak atas paket umroh yang sudah disiapkan oleh panitia.

Penghargaan diberikan oleh Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan. RW Teladan adalah satu dari puluhan kreteria yang telah dilakukan oleh Bupati Bogor dalam memberikan apresiasi kepada masyarakat berprestasi yang dikemas dalam acara tahunan Tegar Beriman Award (TBA).

Bupati Bogor H. Rahmat Yasin dalam sambutannya menegaskan  bahwa penerima Award terdiri dari 10 orang Ketua RT, kemudian 3 orang Ketua RW, selanjutnya masing-masing satu orang Dokter Teladan, Bidan Teladan, Perawat Teladan, Linmas Teladan, Pelaku Lingkungan Hidup Teladan, Babinsa Teladan, Bambinkamtibmas, Guru Teladan, Siswa Berprestasi, UKM, Penyuluh Pertanian Berprestasi, Penyuluh KB Berprestasi, PAUD Berprestasi, Poskamdes Terbaik, Camat Teladan, Ketua TP PKK Teladan, dan Kepala Desa Berprestasi. Total award yang diberikan ada 40 buah.

Rahmat Yasin berharap acara TBA seperti ini bisa terlaksana setiap tahun sebagai bentuk apresiasi dan ucapan terima kasih Bupati terhadap pemerintahan desa yang berprestasi dalam menjalankan tugas pemerintahan desa/kelurahan. Tahun ini merupakan tahun kedua pemberian award yang pada tahun pertama kali digagas oleh Bupati Bogor Rachmat Yasin. “Acara ini merupaka ide murni saya. Belum ada Kabupaten lain yang berhasil mengumpulkan ketua RT/RW dalam rangka memperingati ulang tahun Kabupaten,” kata RY, panggilan akrab sang Bupati.

Rahmat yasin merasa perlu mengajak para ketua RT dan RW merayakan ulang tahun daerahnya, agar bisa merayakan kegembiraan bersama-sama. “Mereka merupakan orang-orang yang berprestasi di Kabupaten Bogor sesuai dengan 18 kategori penilaian dalam Tegar Beriman Award tahun 2013 yang telah turut serta membangun memajukan Kabupaten Bogor,” papar Rahmat Yasin.

Rahmat Yasin ingin mensyukuri nikmat yang diberikan Tuhan yang mahakuasa bersama-sama rakyat. “Jika kita pandai bersykur, maka Allah akan menambahi nikmat kepada kita. Ini ada di dalam Surat Ibrahim ayat 7. Bogor itu punya rakyat, bukan pejabat.  Mensyukuri hari jadi Bogor bisa dirasakan masyarakat paling bawah yang diwakili RT RW. Hanya Kab Bogor yang berani seperti ini,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, bupati juga memberikan penghargaan kepada tiga orang anak SD, masing-masing 10 juta yang berhasil menggagalkan perkosaan di Ciawi. Penghargaan juga diberikan kepada seorang nenek bernama Ibu Ruharto yang telah menghibahkan lahan milikinya seluas 3500 m untuk dimanfaatkan sebagai Puskesmas di Ciawi.


Dadang Irfan Efendi Ketua Panitia HUT Kabupaten Bogor melaporkan bahwa deretan acara yang mengawali puncak peringatan HUT Kab Bogor ini antara lain: pagelaran Wayang Golek, pelaksanaan Mojang Jajaka, Donor darah 1000 kantong, ziarah ke TMP Pondok Rajeg, syukuran, festival kuliner, helaran (gelar seni budaya dan upacara), serta upacara Hari Jadi Kabupaten Bogor.

SICC sendiri menampung 15.000 pengunjung. Namun dalam acara TBA ada 17.000 undangan  yang terdiri dari kepala desa/kelurahan beserta perangkatnya, ketua RW dan RT, linmas, BPD, bidan desa, dan lainnya. Akibatnya, banyak pengunjung yang tidak kebagian tempat duduk. (Muh. Syahrir).

Minggu, Juli 24, 2011

PBL Gowes Green Dideklarasikan, Bocah Tujuh Tahun Mendapat Door Prize Utama

BOGOR REVIEW, Kegiatan sepeda santai atau fun bike, di lingkungan RW 14 Puri Bojong Lestari, dengan tajuk 'PBL Gowes Green' diadakan untuk yang pertama kali oleh Komunitas Bersepeda Puri Bojong Lestari, Minggu 24 Juli 2011. Lebih dari 200 peserta memeriahkan acara yang dimulai tepat pukul 06.30 pagi, berlokasi di lapangan kebanggaan warga RW 14, Pusgiwa (Pusat Kegiatan Warga).

Ketua Panitia acara fun bike, Odo Hadinata merasa bersyukur, keinginan warga untuk ikut olah raga bersepeda tergolong tinggi. Meski pada awalnya peminat hanya sedikit. Namun berkat kelincahan Kholiq Hidayat, Basuki, Pujiono dan beberapa panitia lainnya, peserta justru membludak. “Ini langkah awal yang bagus untuk mensosialisasikan gemar olah raga dan membantu program pemerintah tentang global warming,” kata Basuki.

Odo juga merasa haru, saat ini RW 14 memiliki lapangan yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan yang bersifat massal. “Saya tidak mungkin bisa melaksanakan kegiatan besar seperti ini, kalau kita tidak memiliki lahan yang cukup,” paparnya. Untuk itu Odo mendukung sepenuhnya program-program yang digagas oleh pengurus RW demi kemajuan masyarakat Puri Bojong Lestari.

Camat Bojong Gede merasa bangga ada komunitas bersepeda di salah satu wilayahnya. Apalagi, komunitas seperti ini, baru pertama kali dideklarasikan. “Saya sungguh bangga adanya kegiatan seperti ini. Kami akan terus mendukung demi suksesnya acara seperti ini di masa yang akan datang,” kata Indra Kurni yang mewakili Camat Bojonggede, dalam sambutannya.

Sementara Kepala Desa Pabuaran, Masduki H. Isa MD, SIP, merasa kehabisan kata-kata untuk melukiskan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh warga Puri Bojong Lestari yang dinilai selalu ada yang baru. “Jujur saya katakan, tadi saya bangun tidur agak malas-malasan, tetapi setelah saya mandi lalu masuk ke kompleks Puri, saya lihat kiri kanan tertata rapi, tanaman hijau berjejer rapi, mata saya jadi sehat kembali,” katanya. Doklay, panggilang sang Lurah, merasa sangat terbantu dengan adanya kegiatan Fun Bike, karena sebetulnya ia pun sudah menggagas acara seperti ini sejak lama. Pada kesempatan itu, Doklay juga memberikan uang tunai sebesar satu juta rupiah untuk door prize.

Ketua RW 14, Sri Widodo Soetardjowiyono memberikan apresiasi yang besar terhadap kegiatan positif yang digagas oleh warganya. Ia memacau seluruh RT untuk bisa berperan aktif dalam “menghidupkan” kegiatan-kegiatan di lingkungan Puri Bojong Lestari. Tidak lupa, Dodo, panggilan akrab Ketua RW mengingatkan kepada seluruh warga untuk memenuhi kewajibannya, yakni iuran pembelian lahan Pusgiwa. “Jika beban kita pikul bersama-sama, Insya Allah menjadi ringan,” katanya.

Seperti telah disepakati bersama dalam rapat RW 14, bahwa lahan Pusgiwa seluas kurang lebih 1000 meter dibeli dengan harga Rp 150 juta. Setiap KK mendapat kewajiban Rp 300 ribu yang bisa dicicil samai 15 kali. Setiap bulan Rp 20.000, selama 15 bulan. “Kewajiban kita hanya menyisihkan dua bungkus rokok setiap bulan, selama 15 bulan,” kata Ketua RW.

Dari pelataran Cluster Demak 4, para peserta dilepas bertahap hingga empat tahap. Tahap pertama dilepas oleh Camat Bojonggede, tahap kedua oleh Kepala Desa Pabuaran, tahan ketiga dilepas oleh Danramil Bojonggede dan tahap keempat oleh Ketua RW 14 Puri Bojong Lestari.
Kegiatan yang diselenggarakan demi kepedulian pada lingkungan ini mengambil rute sekitar 15 km, berawal dari Puri Bojong Lestari – Susukan – Nanggela – Nanggerang – Ragajaya – Susukan – Puri Bojong Lestari.

Di samping dimeriahkan oleh bazaar bersama yang diikuti oleh warga Puri Bojong Lestari, acara ini juga akan dimeriahkan Grup Band "Girli" alias pinggir kali, yang digawangi Chaidir, Karang Taruna RW 14. Puluhan door prize menarik telah disediakan oleh panitia seperti sepeda Polygon, sepeda gunung, sepeda lipat, TV berwarna, rice cooker, blender, mixer, dinner set, tiket pesawat terbang Jakarta – Jogja – Jakarta, vocer menginap di hotel Jayakarta Puncak, vocer makan gratis di Express Chicken, dan puluhan kilo ikan mas.

Sementara itu, para sponsor yang mendukung acara tersebut adalah Alfa Mart, Express Chicken, Abdel Tour and Travel, ATM Logistics, RT RW Net, Sari Roti, Pustaka Lebah, Mancing Mania, dan masih banyak pendukung lainnya.

Fun Bike ini merupakan usaha warga RW 14 untuk mendukung program Hari Bebas Kendaraan Bermotor atau Car Free Day mulai pukul 06.00-12.00 WIB di kawasan Sudirman-MH Thamrin, Jakarta. Seperti diketahui bahwa Car Free Day dilakukan untuk pemulihan kualitas udara dan ekosistem yang ada, sesuai dengan amanat Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan beralih menggunakan angkutan umum atau angkutan ramah lingkungan seperti sepeda.

Sesampai di tempat finish, para peserta langsung disambut pembagian doorprize dan penampilan Band Girli. Beberapa lagu hits dipersembahkan spesial kepada para peserta fun bike. Tidak lupa, Wachyuni, ibu RW juga bersemangat menyumbang lagu “Aku Cinta Padamu”. Maklum sejak balita, dia memang sudah gemar menyanyi. Maka, dia tidak betah kalau ada mikro phone nganggur. Sejumlah peserta fun bike, terutama anak-anak langsung menyerbu ke bibir panggung utama untuk menunggu pembagian door prize.

Di ujung acara terjadi hujan air mata. Penyebabnya adalah, Danang, putra dari Sunaryo yang masih berusia tujuh tahun itu mendapat door prize utama berupa sepeda gunung Polygon seharga Rp 5 juta. Danang tidak kuat menahan air mata mendapat ucapan selamat dari kedua orang tuanya dan ratusan warga lainnya. “Saya tidak menyangka, anak saya tadi malam mimpi menangis tersedu-sedu, terima kasih ya Allah,” kata Sunaryo terbata-bata sambil air matanya yang terus mbrebes mili.

Door prize utama itu merupakan sumbangan dari salah satu warga RW 14 Puri Bojong Lestari yang tidak mau disebutkan identitasnya. Ia hanya mau disebut Hamba Allah. Terima kasih ya Hamba Allah. (FF)

Kamis, Juni 09, 2011

Pemerintah Tak Bisa Menjamin Pasokan Gas

Kandungan gas di Indonesia cukup banyak, tetapi belum ada alokasi domestik, karena sudah terikat kontrak. Untuk itu, pemerintah perlu serius menangani pasokan gas domestik. Hal ini dikemukakan oleh Suryadi Mardjoeki, Senior Manager Direktorat Energi Primer PLN, dalam diskusi “Domestic Market Obligation untuk LNG,” di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta, Kamis (09/06).

Suryadi juga meminta pemerintah agar segera menyiapkan infrastruktur pipa gas secara terpadu. Tidak hanya itu, pemerintah perlu menyiapkan managemen gas yang mengatur kebutuhan gas secara nasional, baik untuk PLN maupun untuk industri yang lain. PLN saat ini kekurangan pasokan gas hingga 1.000 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). "Sejumlah PLTGU besar seperti Tanjung Priok, Muara Karang, Muara Tawar, Grati, dan Tambak Lorok tidak mendapat gas sejak beroperasi," katanya.

Menurut Suryadi, Indonesia sulit menjadi negara industri dan bahkan menyebabkan deindustrialisas selama masih ada kekurangan gas. "Persoalan pasokan gas ke domestik ini, merupakan masalah serius yang harus mendapat penanganan segera," ujarnya. Suryadi mengharapkan, pemerintah mempunyai terobosan yang mempercepat penyediaan gas buat domestik. Suryadi menyarankan, mustinya pemerintah membuat kebijakan harga gas. Saran lain, pemerintah membuat rencana penyediaan infrastruktur gas secara komprehensif di seluruh Indonesia sesuai neraca gas. Terakhir, pemerintah hendaknya meyusun manajemen alokasi gas yang memihak kepada kepentingan domestik.

Sementara itu Marwan Batubara, Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS) menilai pemerintah tak serius menjaga dan memperbaiki ketahanan energi nasional. RUU Migas yang sudah diajukan sejak tahun 2004, sampai hari ini belum ada kejelasan. Ini menunjukkan pemerintah tak memiliki keseriusan menangani persoalan energi.

Dalam acara yang digagas oleh Majalah GEO ENERGI tersebut, Marwan menegaskan bahwa RUU tersebut juga pernah ditolak oleh Mahkamah Konstitusi pada tahun 2004, terutama pada pasal yang menyangkut DMO (Domestik Market Obligation). Mustinya, lanjut Marwan, RUU itu diperbaiki. Jika tidak, ini merupakan bukti bahwa bangsa ini betul-betul tidak memiliki kedaulatan dan kemandirian energi. “Pemerintah tidak optimal menghadapi masalah energi sehingga selalu terjadi devisit,” katanya.

Dalam soal pasokan gas, Marwan juga menilai pemerintah tidak adil. Sebetulnya, boleh saja pemerintah ekspor gas, tetapi pemerintah harus mempersiapkan cdangan dan sumber gas lainnya. Misalnya impor dari Iran atau Qatar yang memiliki kandungan gas sangat besar. “Silahkan eksor, tetapi harus dipikirkan konsumsi dalam negeri,” paparnya.
Akibatnya, kata Marwan, PLN jalan sendiri dan para industry juga membangun jaringan sendiri. Makanya, pemerintah harus punya peran besar.

Sementara Elan Biantoro, Ketua Hubungan Kelembagaan BP Migas menegaskan bahwa keluhan para industry gas menjadi perhatian pemerintah. Saat ini pemerintah sedang mempersiapkan infrastruktur. “LNG memang belum ada fasilitasnya. Kalau infrastruktur sudah terbangun, maka LNG BOntang bisa dialirkan ke Jawa, Tangguh bisa dialirkan ke umut dan Aceh. Yang paling baru, Arun akan dialihfungsikan menjadi LNG dan FSRU,” katanya.

Ke depan pemerintah akan mempersiapkan infrastruktur untuk mengalirkan gas dari Masela, Bontang dan Tangguh. Meski demikian, kita harus sabar, karena sejak sekarang sampai 2019, kita masih akan mengalami defisit gas. Namun, untuk Sumut, pada 2019 sudah tidak defisit. Yang jelas, lanjut Elan, saat ini kita butuh infrastruktur.
Daniel Purba, Vice President Engineering and Project Pertamina menegaskan bahwa urusan gas berbeda dengan minyak. Kalau minyak boleh dijual ke siapa saja, sedangkan gas tidak bisa dijual sembarangan. “Soal LNG, pemerintah tidak bisa sembarangan kepada pembeli,” katanya.

Membangun LNG kata Daniel, tidak semudah membangun ICP. “Kilang LNG tidak akan dibangun jika tidak ada kepastian pembeli. Sedangkan proses negosiasi memakan waktu cukup lama. Bisa 3-5 tahun,” paparnya.

Soal negosiasi ulang Blok Tangguh, menurut Daniel, tidak semudah yang dikatakan banyak orang. “Tidak semudah itu meminta negosias ulang, ada implikasi legal dan bisa terkena penalty,” katanya. Asep Mustakin.